Minggu, 14 Oktober 2012

Perilaku Konsumen dan Produsen dalam Kegiatan Ekonomi

Apa yang terlintas dalam pikiran kalian jika mendengar kata kegiatan ekonomi dari lingkungan sekitarmu? Dapatkah kalian membuat garis besar mengenai kegiatan-kegiatan tersebut? Dan apakah kalian bisa membuat gambaran tentang pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi?
Bila kalian pernah pergi ke sebuah industri kue, kalian akan melihat orang-orang yang sedang membuat kue dan tentu kalian akan mencoba memakan kue itu,bukan? Nah, semua itu merupakan serangkaian kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh produsen dan konsumen. Dan bagaimana pula konsumen dan produsen menentukan pilihan untuk mencapai tujuan masing-masing?
A.  Kegiatan Ekonomi
Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kalian sering mendengar perkataan ekonomi. Coba sebutkan, apa saja yang mengandung perkataan ekonomi! Ya! Dapat juga ditambahkan, misalnya: kegiatan ekonomi, pembangunan ekonomi, kesulitan ekonomi, dan banyak lagi. Dalam materi yang pertama, kita membahas tentang pengertian kegiatan ekonomi. Apakah kegiatan ekonomi itu? Dengan melihat kehidupan di lingkungan sekitarmu, kalian akan tahu apa kegiatan ekonomi itu!
Istilah ekonomi mula-mula berasal dari Yunani. Oikos berarti rumah tangga, dan nomos berarti aturan. Perubahan kata ekonomis menjadi ekonomi mengandung arti aturan yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga. Dalam perkembangannya, kita mengenal seorang tokoh sekaligus sebagai Bapak Ekonomi yaitu Adam Smith (1723-1790). Dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation, biasa disingkat The Wealth of Nation, yang diterbitkan pada tahun 1776. Secara sistematis untuk pertama kalinya Adam Smith menguraikan kehidupan eknnomi secara keseluruhan serta menunjukkan bagaimana semua itu berhubungan satu sama lain.
Ilmu ekonomi terkait erat dengan kemakmuran. Telah diketahui, bahwa ilmu ekonomi adalah bahan kajian yang mempelajari upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Kalau begitu, jika masyarakat sejahtera berarti masyarakat tersebut mengalami kemakmuran. Masyarakat dikatakan makmur apabila semua kebutuhan materi dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya, dan tingkat kemakmuran dapat diukur dari banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan serta banyak barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
B.  Perilaku Konsumsi dalam Kehidupan Sehari-hari
1.      Pengertian Konsumsi
Sebenarnya apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan konsumsi itu? Apakah dengan sekedar makan nasi, kalian bisa dikatakan telah melakukan konsumsi? Seperti diketahui, motif utama konsumen dalam mengonsumsi barang dan jasa adalah memperoleh kepuasan yang sebesar-besarnya. Pada dasarnya, kepuasaan ini diperoleh karena adanya manfaat atau daya guna dari barang dan jasa. Sepiring nasi yang kalian santap misalnya, dapat memberi rasa kenyang. Dengan menyantap nasi tersebut, kalian telah menghabiskan manfaat atau daya guna nasi tersebut.
Dalam kehidupan manusia sehari-hari, secara singkat konsumsi sering diartikan sebagai kegiatan memakai, meng- gunakan, memanfaatkan barang atau jasa. Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis.
2.      Fungsi Konsumsi
Apa yang kalian tahu tentang fungsi konsumsi? Kegiatan-kegiatan konsumsi yang pernah kalian lakukan pasti memiliki fungsi. Coba lakukan kegiatan konsumsi di kehidupanmu! Kemudian pikirkan apa fungsi kegiatan konsumsi yang telah kalian lakukan. Dari situlah kalian akan tahu fungsi konsumsi.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh konsumen pada dasarnya memiliki fungsi sebagai berikut:
·         Untuk memenuhi kebutuhan manusia.
·         Memberikan kesenangan kepada manusia.
·         Indikator untuk mengukur tingkat status sosial manusia.
·         Menambah tingkat permintaan masyarakat.
Berbagai macam kebutuhan konsumsi sangat mempengaruhi tingkat permintaan kebutuhan tersebut oleh masyarakat.Semakin banyak kebutuhan konsumsi yang diperlukan oleh konsumen, semakin banyak pula permintaan barang kebutuhan yang dikeluarkan.
3.  Tujuan Konsumsi
Jika kalian melakukan kegiatan konsumsi, misalnya membeli baju, apakah kalian dapat mengetahui tujuan konsumsi yang kalian lakukan?
Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia secara umum bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan sebesar-besarnya dan mencapai tingkat kemakmuran.Namun, dengan adanya tingkatan/lapisan masyarakat yang berbeda-beda, tujuan konsumsi juga berbeda pula.
Pada masyarakat tradisional yang ditandai dengan peradaban yang belum maju dan kebutuhan masih sederhana, kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Contohnya kehidupan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pada masyarakat modern, tujuan konsumsi sudah berubah bukan hanya sekedar mempertahankan hidup, tetapi lebih banyak diarahkan untuk kepentingan kesenangan atau prestise (harga diri). Contohnya konsumsi barang mewah.
4.  Utilitas (Utility) Barang dan Jasa
a.      Barang dan Jasa
Di dalam teori ekonomi, benda-benda yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut barang. Syarat utama yang harus dipenuhi oleh suatu benda untuk dapat disebut barang adalah dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Barang dan jasa dapat dibedakan berdasarkan ketersediaannya, berdasarkan daya tahannya, dan berdasarkan penggunaanya, berdasarkan hubungannya dengan barang lain, berdasarkan jaminan, dan dari proses pembuatannya.
1)      Berdasarkan ketersediaan
2)      Berdasarkan hubungannya dengan barang/jasa lain
3)      Berdasarkan jaminan
4)      Berdasarkan proses pembuatan
5)   Berdasarkan daya tahan                                       
6)   Berdasarkan penggunaannya
b.   Utilitas Barang/Jasa
Setiap hari dalam kehidupan, kalian memanfaatkan barang seperti tas, sepatu, televisi, jasa potong rambut dan sebagainya. Mengapa barang/jasa tersebut kalian pakai? Karena barang/jasa berguna bagi kalian. Namun, apa saja bentuk-bentuk kegunaan dari suatu barang/jasa yang sering kalian gunakan? Jawabannya adalah sebagai berikut.
1)      Time Utility (berguna karena waktu)
2)      Place Utility (berguna karena tempat)
3)      Form Utility (berguna karena bentuk)
4)      Ownersheep Utility (berguna karena pemilikan)
5)      Element Utility (berguna karena unsur)
5.  Nilai Barang dan Jasa (Value of Good)
Barang dan jasa mempunyai nilai.Nilai dapat dibedakan menjadi dua jenis, sebagai berikut.
·         Nilai Pakai Objektif
Adalah kemampuan dari suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh nasi bagi setiap penduduk Indonesia mempunyai nilai pakai objektif, sebab tanpa membeda-bedakan orangnya, setiap penduduk Indonesia dapat memakan nasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya waktu lapar.
·         Nilai Pakai Subjektif
Adalah arti yang yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu benda/jasa sehubungan benda/jasa tersebut dapat dipakai memenuhi kebutuhan hidup pribadi pemakainya (unsur psikologis pemakainya.
Unsur psikologis pemakai adalah kepercayaan pemakai terhadap barang yang dipakainya.Misalnya barang yang dianggap menjadi jimat, menimbulkan kekuatan supranatural, meningkatkan prestise atau dapat memberikan kepuasan yang sangat mendalam bagi si pemakai. Contohnya benda antik, lukisan, batu akik, model pakaian, dan kemenyan.
6.   Bentuk-bentuk Perilaku Konsumsi
Bila dilihat dari segi pertimbangan rasional (akal sehat), perilaku konsumen dalam berbelanja dibedakan menjadi dua macam: (1) perilaku konsumsi rasional; dan (2) perilaku konsumsi irasional.
1.      Perilaku Konsumsi Rasional.
Adalah perilaku konsumen yang didasari atas pertimbangan rasional (nalar) dalam mengkonsumsi suatu produk. Suatu pembelian dapat dikatakan rasional, bila dasar pertimbangannya adalah sebagai berikut.
a.      Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal (optimum utility) bagi konsumen.
Suatu pembelian dapat dikatakan rasional bila dalam membeli barang, darang tersebut benar-benar dapat memenuhi kebutuhan kita. Semakin lama jangka waktu pemuasannya, maka akan semakin baik. Misalnya, akan lebih baik jika kita membeli pakaian yang dapat digunakan dalam banyak acara daripada membeli pakaian yang hanya bisa digunakan dalam satu acara.
b.      Produk tersebut benar-benar dibutuhkan konsumen.
Butuh tidaknya kita akan barang tersebut dapat dilihat dari posisi barang tersebut dalam skala prioritas kita. Bila manusia membeli barang yang ada di posisi paling atas dalam skala prioritas, berarti manusia telah melakukan tindakan konsumsi yang rasional.
c.       Mutu produk terjamin.
Bagaimana kita tahu mutu produk itu terjamin? Bila barang tersebut merupakan makanan, barang tersebut sudah terdaftar di Departemen Kesehatan. Bagi kaum muslim, suatu produk dapat terjamin bila telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.
d.      Harga terjangkau dan sesuai dengan kemampuan konsumen yang membeli.
Suatu pembelian dapat dikategorikan sebagai rasional, bila ada kesesuaian antara harga yang harus dibayar dan uang yang dimiliki.
2.      Perilaku Konsumsi Tidak Rasional (Irrasional)
Sebuah tindakan dalam berbelanja dapat dikatakan tidak rasional bila seorang konsumen memutuskan membeli barang tanpa pertimbangan yang baik. Contoh perilaku konsumsi irrasional:
a.      Membeli barang hanya karena tertarik dengan iklannya.
Banyak iklan yang menipu atau menyembunyikan informasi. Kalau kalian memperhatikan sebuah iklan dan keesokan harinya kalian membeli barang karena barang itu kelihatan bagus di iklan, berarti kalian termasuk konsumen yang irrasional.
b.      Tertarik membeli barang hanya karena mereknya yang terkenal.
Banyak orang yang menganggap kalau mereka punya barang merek tertentu mereka akan dianggap hebat. Namun, kalau kalian membeli jeans hanya karena mereknya yang terkenal tanpa meneliti dan membandingkan kualitasnya dengan produk lain, maka perilakumu dapat dikatakan irrasional.
c.       Membeli barang hanya karena obral atau untuk memperoleh bonus.
Pikirkanlah tujuanmu saat membeli barang obral atau barang yang ada bonusnya. Apakah kalian membeli barang memang karena membutuhkan barang tersebut, ataukah karena obral? Karena bila kalian membeli hanya untuk obral atau bonus, kalian dikategorikan sebagai konsumen yang irrasional.
d.      Konsumsi hanya untuk pamer atau gengsi, bukan karena kebutuhan akan barang tersebut.
Memiliki baju yang bermerek mungkin terlihat keren di mata teman-temanmu. Tetapi bila baju itu telah kalian kenakan, apakah teman-temanmu masih dapat mengenali mereknya sepintas lalu? Bila demikian, apakah pengeluaranmu sebanding dengan penghargaan yang kalian peroleh?
C.  Pola Perilaku Konsumen
Coba luangkan waktumu untuk mengamati kesibukan di pagi hari! Suasana pagi yang ramai dengan kesibukan orang-orang yang ingin bergegas menuju tempat beraktivitas. Siapa sajakah mereka? Bisakah kalian menemukan jawabannya? Betul! Mereka adalah pegawai  yang menuju kantor, guru dan murid yang tidak ingin terlambat masuk sekolah, serta para pembeli yang ingin berbelanja.
Aktivitas yang mereka lakukan merupakan perwujudan dari pilihan yang telah mereka ambil dengan harapan dapat mengalokasikan sumber daya yang mereka miliki untuk mencapai tujuan yang optimal.
Bila kita amati lebih jauh, mereka adalah para konsumen. Kegiatan utama konsumen membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Dari sudut pandang ekonomi mikro, konsumen memiliki pola tertentu dalam menjalankan kegiatannya. Berikut akan dibahas lebih dalam.
1.      Pendekatan Teori
Kegiatan utama konsumen adalah membeli barang dan jasa dengan tujuan memperoleh kepuasan (utility). Pola perilaku konsumen dalam membeli barang dan jasa tersebut dapat dijelaskan dengan pendekatan:
1.      Teori Kardinal
2.      Teori Ordinal
3.      Teori Atribut
Teori ke 2 dan 3 akan kalian pelajari di perguruan tinggi nanti. Sekarang kalian akan mempelajari teori kardinal.
Untuk memahami teori kardinal perlu beberapa anggapan (asumsi) dasar, yaitu:
a.       Kepuasan (utility) setiap konsumen dapat diukur dengan satuan tertentu. Sebagai contoh, apabila kalian mengonsumsi sebatang coklat, maka kalian bisa menyatakan kepuasan yang kalian peroleh sebesar misalnya 50 satuan utilitas. Lebih lanjut kepuasan konsumen dianggap bersifat dapat dijumlahkan. Apabila bersama coklat kalian juga mengonsumsi makanan kecil yang kalian nilai memberi kepuasan 25, maka kepuasan total kalian akan menjadi 50 + 25 = 75 satuan kepuasan.
b.      Dalam setiap kegiatan konsumsi berlaku The Law of Diminishing Marginal Utility yaitu semakin banyak unit barang yang dikonsumsi maka tambahan kepuasan (marginal utility) yang diperoleh dari setiap suatu tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun.
c.       Konsumen selalu berusaha mendapatkan kepuasan maksimum.
d.      Konsumen menggunakan seluruh anggaran yang dimilikinya.
2.      Teori Nilai Konsumen
Pada halaman sebelumnya, kita telah membahas tentang pendekatan teori kardinal yang di dalamnya telah disinggung mengenai marginal utility, law of diminishing marginal utility, dan total utility.Di dalam teori nilai konsumen, akan dibahas secara lebih lanjut!
Dalam ilmu ekonomi, berbagai keputusan yang diambil oleh konsumen dalam melakukan konsumsi dijelaskan dengan teori nilai guna. Nilai guna atau utilitas berarti kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang atau jasa. Nilai guna total seorang konsumen biasanya meningkat saat ia mengkonsumsi suatu produk dalam jumlah yang semakin meningkat, namun pada tingkat yang umumnya lebih lambat. Artinya, setiap unit tambahan yang dikonsumsi menambahkan nilai guna marjinal yang lebih kecil dibandingkan dengan unit sebelumnya, sejalan dengan kejenuhan individu bersangkutan terhadap produk tersebut. Pada umumnya, kita dapat menggolongkan teori nilai guna ke dalam empat macam sebagai berikut.
D.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
·         Faktor Internal
1.      Pendapatan
Pendapatan konsumen berpengaruh pada besarnya konsumsi yang dilakukan. Semakin tinggi pendapatan konsumsi, konsumsi cenderung semakin besar pula. Sebaliknya, konsumen yang berpendapatan rendah biasanya tidak akan banyak melakukan kegiatan konsumsi karena daya belinya juga rendah. Pendapatan dan konsumsi dapat digambarkan dengan rumus sebagai berikut:
2.   Motivasi
Setiap orang mempunyai motivasinya sendiri-sendiri dalam melakukan kegiatan konsumsi. Ada yang melakukan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Namun ada pula orang yang membeli barang hanya karena ikut-ikutan orang lain, padahal sebenarnya ia tidak membutuhkannya. Sebagian lain mengkonsumsi barang/jasa tertentu demi memperlihatkan status sosial/gengsi. Misalnya seorang siswa membeli handphone keluaran terbaru agar dianggap keren oleh teman-temannya.
3.   Sikap dan kepribadian
Sikap dan kepribadian individu juga mempengaruhi perilaku konsumsinya. Orang yang hemat hanya akan membeli barang-barang yang telah direncanakan, sementara orang yang boros seringkali membeli barang-barang diluar perhitungannya. Orang yang menyukai barang kuno akan berani membeli barang itu dengan harga tinggi, sementara orang yang tidak menyukai barang kuno tidak akan membeli barang itu meskipun diberi gratis.
4.   Selera
Masing-masing individu mempunyai selera yang berbeda-beda dalam memilih berbagai jenis barang/jasa. Ini juga berpengaruh terhadap pola konsumsi. Misalnya, meskipun sama-sama remaja, kalian dan teman-temanmu memiliki selera yang berbeda dalam pemilihan benda konsumsi. Dalam hal celana, misalnya. Temanmu mungkin menyukai jins sementara kalian menyukai celana kargo.
·         Faktor Eksternal
1.   Kebudayaan
Kebudayaan yang terdapat di suatu daerah berpengaruh pada pola konsumsi masyarakat di daerah tersebut.Di Jepang dan Cina, orang makan dengan menggunakan dengan menggunakan sumpit. Sementara di negara barat, sendok dan garpu sering ditemani pisau. Bagaimana dengan kalian sebagai orang Indonesia? Apakah kalian makan dengan cara orang barat, cara orang Cina atau makan dengan menggunakan tangan?
2.   Status Sosial
Status/posisi seseorang di dalam masyarakat dengan sendirinya akan membentuk pola konsumsi orang tersebut. Konsumsi seorang presiden, raja, atau menteri sudah jelas berbeda dengan konsumsi sopir, tukang kayu, atau pengusaha kecil. Bagi tukang kayu, makan nasi dan tempe sudah cukup. Namun bagi seorang konglomerat, harus ada pilihan lauk hingga lima macam dan tempatnya harusnya mewah.
3.  Harga Barang
Sudah menjadi hukum ekonomi bahwa bila harga barang naik, konsumsi akan menurun, dan bila harga barang rendah, konsumsi akan tinggi. Ini juga berlaku untuk tingkat harga barang substitusi, seperti yang sudah yang diuraikan dalam pembahasan tentang hukum permintaan dan penawaran.

Sistem Ekonomi

1. Pengertian Sistem Ekonomi
        Seperti telah dibahas dalam Bab I masalah pokok ekonomi terkait dengan mencari jawaban tiga pertanyaan what, how, dan for whom. Beberapa ahli menyatakan bahwa jawaban terhadap ketiga pertanyaan tersebut diatur dalam sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, seperti yang terlihat dalam pengertian sistem ekonomi di bawah ini.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasi-kan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
2. Macam-macam Sistem Ekonomi
    a. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat (Komunisme/Kolektivisme)
            Kita sering mendengar istilah komunisme dan sosialisme. Semula kedua kata tersebut memiliki pengertian yang sama. Akan tetapi kemudian komunisme dipakai untuk menyebutkan sosialisme paling radikal, yang menuntut penghapusan total terhadap hak-hak pribadi.
        Sementara itu, sosialisme adalah ajaran dan gerakan yang menganutnya bahwa keadilan sosial tercapai melalui penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi atau suatu keadaan masyarakat yang hak milik pribadi atas alat-alat produksinya telah dihapus. (Suseno, 1999 : 270).
            Sistem ekonomi komando/terpusat/komunisme/kolektivisme atau dalam pembelajaran ini kita gunakan istilah Sistem Ekonomi Komando diartikan sebagai suatu sistem dengan kendali yang ketat berada di pihak pemerintahan dalam menentukan kepemilikan bisnis, laba, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.
1. Semua sumber daya ekonomi dikuasai negara atas nama rakyat.
2. Seluruh kegiatan produksi diusahakan bersama. Tidak ada perusahaan swasta yang ada   perusahaan negara.
3. Harga dan penyaluran barang ditentukan dan dikendalikan oleh negara.
4. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Kapital (pasar murni) sebagai sistem ekonomi semata-mata mementingkan kapital untuk mendapatkan kapital yang lebih besar lagi. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.
    1. Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh perseorangan.
    2. Orang  bebas  memilih  lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
    3. Para produsen bebas menentukan apa dan berapa yang akan diproduksi dengan harapan mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.
    4. Campur tangan negara ditiadakan/dibatasi.
    5. Ada persaingan antarpengusaha.
   
    Kebaikan sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.
    1. Setiap individu bebas mengatur perekonomian.
    2. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi.
    3. Adanya persaingan mengarah ke kemajuan.
    4. Produksi berdasarkan apa yang dibutuhkan masyarakat.
    Keburukan sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.
    1. Menimbulkan eksploitasi.
    2. Menimbulkan monopoli.
    3. Tidak ada pemerataan pendapatan.
    4. Terjadinya ketidakstabilan ekonomi.

B. Sistem  Demokrasi Ekonomi

Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, dan Sistem Ekonomi Campuran adalah tiga sistem ekonomi yang secara umum dikenal di seluruh dunia. Bagaimana dengan sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia? Indonesia tidak menganut Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, maupun Sistem Ekonomi Campuran. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.
            Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut.
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Selain tercantum dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945, demokrasi ekonomi tercantum dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1966 sebagai cita-cita sosial dengan ciri-cirinya. Selanjutnya, setiap Tap MPR tentang GBHN mencantumkan demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri positif yang selalu harus dipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positif diuraikan dalam poin-poin berikut:
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
    kekeluargaan.
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
    negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi
    ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesiensi berkeadilan, berkelanjutan,
    berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan
    kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
e. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan
    pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
f. Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang
    layak.
g. Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
    dengan kepentingan masyarakat.
h. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam
    batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
i.        Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
    Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita
karena bersifat kontradiktif dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia
adalah sebagai berikut.
1. Sistem _Free Fight Liberalism_, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan
    bangsa lain.
2. Sistem _Etatisme_, negara sangat dominan serta mematikan potensi dan daya
    kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat
 
c. Sistem Ekonomi Campuran
        Dalam sistem ekonomi ini, pemerintah dan swasta mempunyai peranan yang berimbang dalam kegiatan ekonomi.
    Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.
    1. Gabungan dari sistem ekonomi komando dan sistem pasar.
    2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai langsung oleh pemerintah.
    3. Pemerintah melakukan intervensi dengan cara membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta.
    4. Peran pemerintah dan swasta berimbang.
Dalam sistem ini pemerintah dapat mengatur, mengawasi, menstabilkan, dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan dengan cara mendorong dan membimbing inisiatif swasta dan prakarsa rakyat. Pada umumnya campur tangan pemerintah dalam perekonomian melalui kebijakan fiskal dan moneter.
Pada saat ini dapat dipastikan tidak ada satu negara pun yang menganut sistem ekonomi komando ataupun sistem ekonomi pasar secara murni. Amerika Serikat yang mengikrarkan diri sebagai negara paling kapitalis tetap saja pemerintahnya ikut mengatur sektor swasta, seperti Lembaga Federal mengatur keselamatan kerja, kualitas lingkungan, persaingan, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
            Negara RRC, yang semula menerapkan sistem komando, sekarang menggunakan pendekatan pasar bebas yang semakin meningkat setiap saat. Maka tidak heran kita akan sangat mudah menemukan produk-produk Cina di negara kita.

Permasalahan Ekonomi

Masalah Pokok Ekonomi yang Dihadapi
Dalam menghadapi kelangkaan sumber daya, orang harus menetapkan pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang bisa dilakukan. Nah, untuk menganalisis penentuan pilihan dan permasalahan ekonomi dapat digunakan beberapa pedoman pertanyaan sebagai berikut.
1. Apa yang akan Diproduksi (What)
Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana asal usul barang dan jasa hingga bisa memenuhi kebutuhanmu? Tentu saja barang-barang tersebut tidak asal dibuat saja, melainkan seorang produsenharus mampu menguraikan pertanyaan ”what”. Pertanyaan ini menyangkut tentang  barang apa yang akan dihasilkan dan berapa banyak jumlah yang akan diproduksi. Jadi, pertanyaan ”what” untuk menentukan penggunaan satu sumber daya tertentu dan apa yang akan dihasilkan.
2. Bagaimana (How)
Setelah Anda menjawab pertanyaan pertama, pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana cara memperoleh atau memproduksi barang yang diinginkan tersebut. Ya, pertanyaan ”how”  untuk menentukan bagaimana sumber daya disediakan, dialokasikan, dan dikombinasikan agar mendapat hasil yang maksimal. Artinya, hasil yang diinginkan lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan.
3. Untuk Siapa (For Whom)
Di sekitar tempat tinggal Anda mungkin terdapat industri rumah tangga. Dari kegiatannya, sebenarnya industri tersebut memproduksi barang untuk siapa? Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri ataukah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luar negeri? Jika untuk konsumsi di dalam negeri, masyarakat manakah yang menjadi target penjualan? Kemudian, bagaimana pendistribusiannya, apakah melalui koperasi, pasar, toko, atau membeli langsung dari produsen?
Perbedaan Biaya Sehari-hari dengan Biaya Peluang
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap orang akan berusaha untuk mendapatkan barang dan jasa. Barang dan jasa yang dibutuhkan oleh setiap orang jumlahnya sangat terbatas dan untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan terutama berupa uang. Banyaknya uang yang di korbankan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari disebut biaya sehari-hari. Biaya sehari- hari dapat dikeluarkan oleh rumah tangga keluarga dan rumah tangga perusahaan. Biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh rumah tangga keluarga biasanya berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga seperti biaya untuk membeli makan dan minum, pakaian, majalah, hiburan dan lain-lain.
Biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh setiap orang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh pendapatan, selera, intensitas kebutuhan, lingkungan, adat-istiadat, agama dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu dihadapkan dengan masalah keinginan untuk mencukupi segala kebutuhannya yang berupa alat pemuas kebutuhan. Manusia memiliki banyak kebutuhan dan keinginan yang semuanya menghendaki pemenuhan. Padahal alat untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya sangat terbatas. Faktor keterbatasan atau kelangkaan itulah yang mendorong manusia bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Sebab, untuk memperoleh sarana atau sumber pemenuhan kebutuhan yang terbatas  tersebut diperlukan pengorbanan ekonomis yaitu harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhaannya.
Sedangkan biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh perusahaan berhubungan dengan kegiatan usaha yang dilakukan seperti biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja, biaya iklan, biaya sewa, biaya bunga dan lain-lain. Biaya sehari-hari yang dibayar dengan uang seperti biaya gaji, biaya bahan baku disebut biaya eksplisit, sedangkan biaya sehari-hari yang tidak dibayar dengan uang seperti biaya penyusutan peralatan, biaya pemakaian perlengkapan disebut biaya implisit.
Selain biaya sehari-hari, ada juga biaya yang dikeluarkan oleh setiap pelaku ekonomi baik perorangan maupun perusahaan yaitu biaya peluang atau biaya kesempatan (opportunity cost). Apakah biaya kesempatan itu? Biaya kesempatan adalah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan atau mendapatkan barang dan jasa yang dikorbankan karena kita memiliki pilihan yang lain. Contoh biaya peluang antara lain sebagai berikut :
1. Jika kita memiliki kain 5 meter. Kain tersebut dapat digunakan untuk membuat baju, membuat korden, membuat taplak meja dan sprei. Namun jika kita memilih membuat baju, maka kesempatan kita untuk membuat korden, taplak meja dan sprei hilang. Kesempatan yang hilang tersebut dinamakan biaya peluang.
2. Pak Danu memiliki sebidang tanah seluas 1000 m2.Tanah tersebut sebetulnya dapat ditanami tanaman-tanaman seprti singkong, pepaya, pisang dan lain-lain, tetapi Pak Danu membiarkan tanah tersebut kosong tidak ditanami tanaman-tanaman. Kesempatan untuk mendapatkan hasil tanaman yang hilang tersebut dinamakan biaya peluang.
Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya pelaku ekonomi kurang memperhatikan biaya peluang yang dikorbankan, sehingga banyak potensi atau sumber daya yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Biaya peluang timbul akibat adanya kenyataan bahwa faktor produksi atau sumber daya ekonomi yang tersedia bagi suatu perekonomian jumlahnya sangat terbatas atau langka. Sumber ekonomi yang sangat terbatas tidak dapat seenaknya diambil dan digunakan, tetapi harus diperoleh dengan pengorbanan. Misalnya Budi memiliki uang sebesar Rp 150.000,00. Ia ingin membeli tas senilai Rp 125.000,00, tetapi ia juga harus membeli buku pelajaran senilai Rp 75.000,00. Ternyata, Budi memutuskan untuk membeli tas daripada buku pelajaran. Dengan demikian, biaya peluang yang dikorbankan Budi ialah senilai dengan harga buku pelajaran yang tidak terbeli, yaitu Rp 75.000,00.
Dengan kenyataan adanya kelangkaan / keterbatasan sumber ekonomis, manusia terpaksa mengadakan pilihan-pilihan atau memilih peluang yang ada. Artinya bahwa apabila telah dipilih penggunaan suatu sumber ekonomi berarti hilanglah alternatif penggunaan sumber ekonomi yang lain. Jelasnya, untuk memperoleh suatu barang, haruslah mau mengorbankan barang lain. Intinya bahwa bagaimana dengan biaya-biaya yang tersedia manusia bisa memilih peluang/alternatif yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya.
Secara sederhana, biaya yang dikorbankan Budi karena memilih tas daripada buku pelajaran ialah senilai harga buku tersebut. Tetapi, biaya peluang yang muncul sebenarnya tidak hanya itu. Biaya peluangnya senilai harga buku pelajaran ditambah dengan kesempatan mendapat ilmu dan nilai yang lebih tinggi saat ujian. Jadi, biaya peluang dari suatu pilihan termasuk semua resikonya, baik kehilangan uang maupun manfaat lain yang menyertainya.
Kelangkaan atau keterbatasan memaksa kamu untuk memilih salah satu dari beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi. Artinya, kamu akan melepas peluang atau kesempatan untuk memenuhi satu jenis kebutuhan lainnya.
Biaya peluang ini akan muncul karena kamu harus memutuskan apa saja yang dapat dilakukan dengan waktu dan pendapatan yang terbatas. Mungkin kamu sering bertanya: "Haruskah saya naik bus kota atau berjalan kaki untuk tiba di sekolah?" atau "Haruskah saya meneruskan kuliah atau langsung bekerja setelah tamat SMA?" Jika kamu sering menghadapi dua hal yang harus kamu pilih, artinya kamu dihadapkan pada biaya peluang. Mengapa demikian? Karena satu pilihan yang kamu ambil menyebabkan pilihan lainnya tidak dapat kamu kerjakan coba kamu hitung dan bayangkan berapa banyak biaya peluang yang telah kamu ambil dalam kehidupanmu sehari-hari.
Biaya peluang juga dapat digambarkan melalui kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier - PPF). Tabel kemungkinan produksi menunjukkan kombinasi dari dua komoditi yang dihasilkan oleh masyarakat dengan menggunakan seluruh sumber daya dan teknologi terbaik yang mereka miliki.Tabel tersebut juga menunjukkan banyaknya komoditi yang harus dikorbankan agar dapat memproduksi komoditi lain dalam jumlah yang lebih banyak. Jika suatu tabel kemungkinan produksi diubah dalam bentuk grafik, kamu akan mendapatkan sebuah kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier Curve). Berikut ini contoh tabel dan kurva kemungkinan produksi sandang dan pangan.
Biaya kesempatan (Opportunity Cost) atau biaya peluang, adalah biaya yang kita terima bila kita memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Seperti jika ingin menonton film di bioskop, ada opportunity cost yang ditimbulkan. Opportunity cost yang timbul misalnya dari segi waktu dan biaya, dengan menonton film di bioskop kita dapat menghemat waktu, dibandingkan dengan membaca buku atau novel yang juga menceritakan tentang film yang diputarkan di bioskop. Dalam waktu ± 2 jam saja kita dapat mengetahui hampir seluruh cerita dari novel yang difilmkan dengan menonton di bioskop. Kita juga tidak perlu membayangkan atau berimajinasi seperti halnya membaca buku atau novel, karena dengan menonton film sudah terlihat jelas apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk menonton film dibioskop juga lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli CD/DVD film tersebut, biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. Jadi opportunity cost dari menonton film di bioskop dapat dilihat dari segi waktu dan biaya.
Produksi merupakan kegiatan untuk menambah atau meningkatkan nilai guna barang/jasa. Usaha melakukan produksi memerlukan tenaga kerja. Jadi, dengan adanya kegiatan produksi akan menambah adanya kesempatan kerja bagi angkatan kerja.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi seperti adanya mekanisasi atau komputerisasi dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja. Begitu juga perubahan sistem produksi dari efisiensi tenaga kerja menjadi efisiensi modal. Jadi, faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan kerja adalah berhenti dan berpindahnya kegiatan produksi, adanya mekanisasi dan komputerisasi serta produksi dengan sistem efisiensi modal.
Tabel 1.1 Kemungkinan Produksi Sandang dan Pangan
Alternatif/Titik
Unit Pangan
Unit Sandang
Biaya Tambahan Pangan
A
B
C
D
E
0
1
2
3
4
10
9
7
4
0
1
2
3
4
Sumber : Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, 2002
12
    ●A
9        ●B
                  ●C                   ●F
6        ●G
                              ●D
3
                                         
0                                        ●E
1        2        3         4          5
Gambar 1.7 Kurva Kemungkinan Produksi
Tabel 1.1 menunjukkan bahwa pergerakan dari titik A ke B menunjukkan pengurangan produksi jumlah sandang dari 10 ke 9. Faktor-faktor produksi yang dikorbankan sudah cukup untuk memproduksi 1 unit bahan pangan yang pertama.Pergerakan dari B ke C memperlihatkan bahwa masyarakat harus mengorbankan 2 unit sandang untuk mendapatkan 2 unit bahan pangan. Begitu seterusnya sampai pada pergerakan dari titik D ke titik E. Jadi, produksi pangan dapat terus ditambah jika produksi sandang juga terus dikurangi.
Gambar 1.7 merupakan Tabel 1.1 yang disajikan secara grafis. Pergeseran dari titik A sampai titik E menunjukkan produksi pangan yang semakin meningkat. Garis AE juga menjadi batas produksi dari kombinasi sandang dan pangan. Artinya, produksi disepanjang garis (titik A, B, C, D, dan E) merupakan produksi tertinggi atau maksimum yang dapat dilakukan masyarakat.
Coba kamu perhatikan titik F ke G. Titik di dalam wilayah kurva kemungkinan produksi, misalnya titik G, menandakan bahwa kegiatan ekonomi tidak memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia. Sementara itu, titik diluar kurva, misalnya, titik F, tidak dapat dicapai dengan sumber daya atau teknologi yang tersedia.
Kurva Kemungkinan Produksi (PPF) di atas menunjukkan jumlah barang dan jasa yang dapat diproduksi terbatas. Selain dihadapkan pada biaya peluang, sumber daya sebagai bahan baku untuk memproduksi barang dan jasajuga tersedia dalam jumlah terbatas.