Minggu, 14 Oktober 2012

HARGA KESEIMBANGAN

1. Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan
Interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran di pasar, akan melahirkan keseimbangan harga dan kuantitas yang disebut dengan keseimbangan pasar. Jadi, keseimbangan pasar terjadi jika harga dan jumlah barang yang diminta di pasar sama dengan harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Dengan kata lain, keseimbangan pasar terjadi pada harga dan jumlah barang ketika kekuatan penawaran dan permintaan seimbang. Pada kondisi ini, akan tercipta harga keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium quantity). Pada kondisi keseimbangan, harga dan kuantitas cenderung tetap tidak berubah, selama faktor lain tetap (tidak berubah). Untuk mengetahui harga dan jumlah keseimbangan dapat dilakukan dengan cara tabel, cara kurva, dan cara matematis.
2. Elastisitas
1. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan menghitung perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang memengaruhinya. Elastisitas permintaan yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri disebut elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand). Adapun elastisitas permintaan yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang (cross elasticity) dan jika dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan (income elasticity).
a. Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand)
Elastisitas harga permintaan (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah jika harganya berubah sebesar satu persen.Angka elastisitas harga permintaan bernilai negatif, Ep = –2 memiliki arti, jika harga barang naik 1%, permintaan terhadap barang tersebut
turun 2%. Begitu juga sebaliknya. Semakin besar nilai negatifnya, semakin elastic permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar dibanding perubahan harga. Angka Ep dapat disebut dalam nilai absolut. Ep = 2, artinya sama dengan Ep = –2.
1) Koefisien Elastisitas Harga Permintaan (Ep)
a) Inelastik (Ep < 1)
 Perubahan permintaan lebih kecil daripada perubahan harga. Jika harga naik 10%, menyebabkan per mintaan barang turun sebesar 6%. Permintaan barang kebutuhan pokok umumnya inelastik, misalnya perubahan harga beras di Indonesia.
b) Elastik (Ep > 1)
 Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastik jika perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang besar. Misalnya, jika harga turun 10%, menyebabkan permintaan barang naik 20%. Oleh karena itu, nilai Ep lebih besar daripada satu.
c) Elastik Uniter (Ep = 1)
 Jika harga naik 10%, permintaan barang turun 10%.
d) Inelastik Sempurna (Ep = 0)
 Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan. Contohnya permintaan garam.
e) Elastik Sempurna (Ep =  )
 Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya.
2) Elastisitas Titik dan Elastisitas Busur
Elastisitas titik (point elasticity) mengukur tingkat elastisitas pada titik tertentu. Konsep elastisitas titik digunakan jika peruhahan harga yang terjadi sedemikian kecilnya sehingga mendekati 0, tetapi konsep ini kurang akurat jika perubahan harga yang terjadi relatif besar. Dalam kasus tersebut, lebih tepat jika diukur dengan elastisitas busur (arch elasticity),
yang mengukur elastisitas permintaan antara dua titik. Dengan demikian, dalam suatu kurva permintaan yang berbentuk garis lurus, koefisien elastisitasnya berbeda-beda pada berbagai tingkat harga.
b. Elastisitas Silang (Cross Elasticity)
Elastisitas silang (Ec) mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen.
Ec =     Persentase perubahan jumlah barang X yang diminta
Persentase perubahan harga Y
c. Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity)
Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur berapa persen perubahan
permintaan terhadap suatu barang (ωQ) jika pendapatan berubah (ΔI)
sebesar satu persen.
Ei =     Persentase perubahan jumlah barang yang diminta
Persentase perubahan pendapatan
Umumnya nilai Ei positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Semakin besar nilai Ei, elastisitas pendapatan nya semakin besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Barang dengan nilai 0 < Ei < 1, barang tersebut merupakan kebutuhan pokok (essential goods). Barang dengan nilai Ei > 1 merupakan barang mewah (luxurius goods).Adapun barang dengan nilai Ei < 0 merupakan barang inferior (inferior goods).
2. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang ditawarkan berubah, jika harga barang berubah satu persen. Elastisitas penawaran juga dapat dihubungkan dengan faktor-faktor atau variabel lain yang dianggap memengaruhinya, seperti tingkat bunga, tingkat upah, harga bahan baku, dan harga bahan antara. Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan persentase perubahan harga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar