Minggu, 14 Oktober 2012

Permasalahan Ekonomi

Masalah Pokok Ekonomi yang Dihadapi
Dalam menghadapi kelangkaan sumber daya, orang harus menetapkan pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang bisa dilakukan. Nah, untuk menganalisis penentuan pilihan dan permasalahan ekonomi dapat digunakan beberapa pedoman pertanyaan sebagai berikut.
1. Apa yang akan Diproduksi (What)
Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana asal usul barang dan jasa hingga bisa memenuhi kebutuhanmu? Tentu saja barang-barang tersebut tidak asal dibuat saja, melainkan seorang produsenharus mampu menguraikan pertanyaan ”what”. Pertanyaan ini menyangkut tentang  barang apa yang akan dihasilkan dan berapa banyak jumlah yang akan diproduksi. Jadi, pertanyaan ”what” untuk menentukan penggunaan satu sumber daya tertentu dan apa yang akan dihasilkan.
2. Bagaimana (How)
Setelah Anda menjawab pertanyaan pertama, pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana cara memperoleh atau memproduksi barang yang diinginkan tersebut. Ya, pertanyaan ”how”  untuk menentukan bagaimana sumber daya disediakan, dialokasikan, dan dikombinasikan agar mendapat hasil yang maksimal. Artinya, hasil yang diinginkan lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan.
3. Untuk Siapa (For Whom)
Di sekitar tempat tinggal Anda mungkin terdapat industri rumah tangga. Dari kegiatannya, sebenarnya industri tersebut memproduksi barang untuk siapa? Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri ataukah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luar negeri? Jika untuk konsumsi di dalam negeri, masyarakat manakah yang menjadi target penjualan? Kemudian, bagaimana pendistribusiannya, apakah melalui koperasi, pasar, toko, atau membeli langsung dari produsen?
Perbedaan Biaya Sehari-hari dengan Biaya Peluang
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap orang akan berusaha untuk mendapatkan barang dan jasa. Barang dan jasa yang dibutuhkan oleh setiap orang jumlahnya sangat terbatas dan untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan terutama berupa uang. Banyaknya uang yang di korbankan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari disebut biaya sehari-hari. Biaya sehari- hari dapat dikeluarkan oleh rumah tangga keluarga dan rumah tangga perusahaan. Biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh rumah tangga keluarga biasanya berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga seperti biaya untuk membeli makan dan minum, pakaian, majalah, hiburan dan lain-lain.
Biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh setiap orang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh pendapatan, selera, intensitas kebutuhan, lingkungan, adat-istiadat, agama dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu dihadapkan dengan masalah keinginan untuk mencukupi segala kebutuhannya yang berupa alat pemuas kebutuhan. Manusia memiliki banyak kebutuhan dan keinginan yang semuanya menghendaki pemenuhan. Padahal alat untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya sangat terbatas. Faktor keterbatasan atau kelangkaan itulah yang mendorong manusia bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Sebab, untuk memperoleh sarana atau sumber pemenuhan kebutuhan yang terbatas  tersebut diperlukan pengorbanan ekonomis yaitu harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhaannya.
Sedangkan biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh perusahaan berhubungan dengan kegiatan usaha yang dilakukan seperti biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja, biaya iklan, biaya sewa, biaya bunga dan lain-lain. Biaya sehari-hari yang dibayar dengan uang seperti biaya gaji, biaya bahan baku disebut biaya eksplisit, sedangkan biaya sehari-hari yang tidak dibayar dengan uang seperti biaya penyusutan peralatan, biaya pemakaian perlengkapan disebut biaya implisit.
Selain biaya sehari-hari, ada juga biaya yang dikeluarkan oleh setiap pelaku ekonomi baik perorangan maupun perusahaan yaitu biaya peluang atau biaya kesempatan (opportunity cost). Apakah biaya kesempatan itu? Biaya kesempatan adalah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan atau mendapatkan barang dan jasa yang dikorbankan karena kita memiliki pilihan yang lain. Contoh biaya peluang antara lain sebagai berikut :
1. Jika kita memiliki kain 5 meter. Kain tersebut dapat digunakan untuk membuat baju, membuat korden, membuat taplak meja dan sprei. Namun jika kita memilih membuat baju, maka kesempatan kita untuk membuat korden, taplak meja dan sprei hilang. Kesempatan yang hilang tersebut dinamakan biaya peluang.
2. Pak Danu memiliki sebidang tanah seluas 1000 m2.Tanah tersebut sebetulnya dapat ditanami tanaman-tanaman seprti singkong, pepaya, pisang dan lain-lain, tetapi Pak Danu membiarkan tanah tersebut kosong tidak ditanami tanaman-tanaman. Kesempatan untuk mendapatkan hasil tanaman yang hilang tersebut dinamakan biaya peluang.
Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya pelaku ekonomi kurang memperhatikan biaya peluang yang dikorbankan, sehingga banyak potensi atau sumber daya yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Biaya peluang timbul akibat adanya kenyataan bahwa faktor produksi atau sumber daya ekonomi yang tersedia bagi suatu perekonomian jumlahnya sangat terbatas atau langka. Sumber ekonomi yang sangat terbatas tidak dapat seenaknya diambil dan digunakan, tetapi harus diperoleh dengan pengorbanan. Misalnya Budi memiliki uang sebesar Rp 150.000,00. Ia ingin membeli tas senilai Rp 125.000,00, tetapi ia juga harus membeli buku pelajaran senilai Rp 75.000,00. Ternyata, Budi memutuskan untuk membeli tas daripada buku pelajaran. Dengan demikian, biaya peluang yang dikorbankan Budi ialah senilai dengan harga buku pelajaran yang tidak terbeli, yaitu Rp 75.000,00.
Dengan kenyataan adanya kelangkaan / keterbatasan sumber ekonomis, manusia terpaksa mengadakan pilihan-pilihan atau memilih peluang yang ada. Artinya bahwa apabila telah dipilih penggunaan suatu sumber ekonomi berarti hilanglah alternatif penggunaan sumber ekonomi yang lain. Jelasnya, untuk memperoleh suatu barang, haruslah mau mengorbankan barang lain. Intinya bahwa bagaimana dengan biaya-biaya yang tersedia manusia bisa memilih peluang/alternatif yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya.
Secara sederhana, biaya yang dikorbankan Budi karena memilih tas daripada buku pelajaran ialah senilai harga buku tersebut. Tetapi, biaya peluang yang muncul sebenarnya tidak hanya itu. Biaya peluangnya senilai harga buku pelajaran ditambah dengan kesempatan mendapat ilmu dan nilai yang lebih tinggi saat ujian. Jadi, biaya peluang dari suatu pilihan termasuk semua resikonya, baik kehilangan uang maupun manfaat lain yang menyertainya.
Kelangkaan atau keterbatasan memaksa kamu untuk memilih salah satu dari beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi. Artinya, kamu akan melepas peluang atau kesempatan untuk memenuhi satu jenis kebutuhan lainnya.
Biaya peluang ini akan muncul karena kamu harus memutuskan apa saja yang dapat dilakukan dengan waktu dan pendapatan yang terbatas. Mungkin kamu sering bertanya: "Haruskah saya naik bus kota atau berjalan kaki untuk tiba di sekolah?" atau "Haruskah saya meneruskan kuliah atau langsung bekerja setelah tamat SMA?" Jika kamu sering menghadapi dua hal yang harus kamu pilih, artinya kamu dihadapkan pada biaya peluang. Mengapa demikian? Karena satu pilihan yang kamu ambil menyebabkan pilihan lainnya tidak dapat kamu kerjakan coba kamu hitung dan bayangkan berapa banyak biaya peluang yang telah kamu ambil dalam kehidupanmu sehari-hari.
Biaya peluang juga dapat digambarkan melalui kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier - PPF). Tabel kemungkinan produksi menunjukkan kombinasi dari dua komoditi yang dihasilkan oleh masyarakat dengan menggunakan seluruh sumber daya dan teknologi terbaik yang mereka miliki.Tabel tersebut juga menunjukkan banyaknya komoditi yang harus dikorbankan agar dapat memproduksi komoditi lain dalam jumlah yang lebih banyak. Jika suatu tabel kemungkinan produksi diubah dalam bentuk grafik, kamu akan mendapatkan sebuah kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier Curve). Berikut ini contoh tabel dan kurva kemungkinan produksi sandang dan pangan.
Biaya kesempatan (Opportunity Cost) atau biaya peluang, adalah biaya yang kita terima bila kita memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Seperti jika ingin menonton film di bioskop, ada opportunity cost yang ditimbulkan. Opportunity cost yang timbul misalnya dari segi waktu dan biaya, dengan menonton film di bioskop kita dapat menghemat waktu, dibandingkan dengan membaca buku atau novel yang juga menceritakan tentang film yang diputarkan di bioskop. Dalam waktu ± 2 jam saja kita dapat mengetahui hampir seluruh cerita dari novel yang difilmkan dengan menonton di bioskop. Kita juga tidak perlu membayangkan atau berimajinasi seperti halnya membaca buku atau novel, karena dengan menonton film sudah terlihat jelas apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk menonton film dibioskop juga lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli CD/DVD film tersebut, biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. Jadi opportunity cost dari menonton film di bioskop dapat dilihat dari segi waktu dan biaya.
Produksi merupakan kegiatan untuk menambah atau meningkatkan nilai guna barang/jasa. Usaha melakukan produksi memerlukan tenaga kerja. Jadi, dengan adanya kegiatan produksi akan menambah adanya kesempatan kerja bagi angkatan kerja.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi seperti adanya mekanisasi atau komputerisasi dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja. Begitu juga perubahan sistem produksi dari efisiensi tenaga kerja menjadi efisiensi modal. Jadi, faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan kerja adalah berhenti dan berpindahnya kegiatan produksi, adanya mekanisasi dan komputerisasi serta produksi dengan sistem efisiensi modal.
Tabel 1.1 Kemungkinan Produksi Sandang dan Pangan
Alternatif/Titik
Unit Pangan
Unit Sandang
Biaya Tambahan Pangan
A
B
C
D
E
0
1
2
3
4
10
9
7
4
0
1
2
3
4
Sumber : Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, 2002
12
    ●A
9        ●B
                  ●C                   ●F
6        ●G
                              ●D
3
                                         
0                                        ●E
1        2        3         4          5
Gambar 1.7 Kurva Kemungkinan Produksi
Tabel 1.1 menunjukkan bahwa pergerakan dari titik A ke B menunjukkan pengurangan produksi jumlah sandang dari 10 ke 9. Faktor-faktor produksi yang dikorbankan sudah cukup untuk memproduksi 1 unit bahan pangan yang pertama.Pergerakan dari B ke C memperlihatkan bahwa masyarakat harus mengorbankan 2 unit sandang untuk mendapatkan 2 unit bahan pangan. Begitu seterusnya sampai pada pergerakan dari titik D ke titik E. Jadi, produksi pangan dapat terus ditambah jika produksi sandang juga terus dikurangi.
Gambar 1.7 merupakan Tabel 1.1 yang disajikan secara grafis. Pergeseran dari titik A sampai titik E menunjukkan produksi pangan yang semakin meningkat. Garis AE juga menjadi batas produksi dari kombinasi sandang dan pangan. Artinya, produksi disepanjang garis (titik A, B, C, D, dan E) merupakan produksi tertinggi atau maksimum yang dapat dilakukan masyarakat.
Coba kamu perhatikan titik F ke G. Titik di dalam wilayah kurva kemungkinan produksi, misalnya titik G, menandakan bahwa kegiatan ekonomi tidak memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia. Sementara itu, titik diluar kurva, misalnya, titik F, tidak dapat dicapai dengan sumber daya atau teknologi yang tersedia.
Kurva Kemungkinan Produksi (PPF) di atas menunjukkan jumlah barang dan jasa yang dapat diproduksi terbatas. Selain dihadapkan pada biaya peluang, sumber daya sebagai bahan baku untuk memproduksi barang dan jasajuga tersedia dalam jumlah terbatas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar